Audit Keuangan ACT 2009 Wajar Tanpa Pengecualian. Laporan lengkap lihat di sini
Berita
Roadshow Trauma Healing ke 21 Sekolah di Daerah Bencana Sumatera Barat
Ditulis oleh Beni
11-12-2009

Sejak tanggal 8 Desember 2009, ACT Foundation melalui proram Psychological Recovery for West Sumatera yang merupakan bagian terintegrasi dengan ACT's West Sumatera Recovery, telah menyambangi lebih dari 11 sekolah dari 21 sekolah untuk trauma healing dan training trauma healing untuk guru-gurunya. Berikut ini, kami laporkan kegiatan tersebut dari Selasa (8/12) hingga Kamis (10/12) : 

Hari Pertama     : 8 Desember 2009

SDN 4 Kerandam

Sesampainya tim Trauma Healing (selanjutnya disingkat TH), DMII-ACT, di kota Padang pada pukul 09.00, tim TH ACT langsung menuju lokasi treapi pertama yakni di sekolah SDN 4 Kerandam. Siswa yang sudah siap, langsung menyambut tim TH dengan antusias. Acara yang dilakukan outdor ini menyedot seluruh siswa SDN 4 Kerandam. Menurut Ibu Yus, Wakil Kepala Sekolah, mengatakan acara ini sangat bagus untuk mengatasi masalah psikologis yang terjadi pada anak-anak.

Acara TH dimulai dengan membangkitkan semangat siswa bahwa mereka adalah siswa hebat. Pembangunan citra positif ini sangat perlu dilakukan bagi generasi muda untuk memupuk kepercayaan diri mereka di kemudian hari. Acara diisi oleh simulasi dan games bertemakan  konsentrasi, agar siswa bisa fokus dalam mengerjakan tugasnya baik tugas sekolah maupun tugas keseharian. Udara yang panas (karena acara dilakukan di dalam tenda), tidak menyurutkan semangat siswa untuk mengikuti acara sampai selesai. Tiara, 10 tahun, siswi kelas 4SD mengatakan bahwa acara ini sangat bagus, sangat menarik karena diisi oleh permainan, selain trainer yang bersahabat dan lucu.

Tampak wajah-wajah ceria setelah terapi dilaksanakan, seakan trauma gempa telah lenyap dari benak mereka untuk selamanya.

SDN 2 Kerandam

Setelah melakukan training di SDN 04 Kerandam, acara TH kemudian dilakukan di SDN 2 Kerandam. SD yang masih berada satu lokal dengan SDN 04 kerandam ini memiliki siswa sebanyak 135 orang. Sekolah yang biasa melakukan aktifitasnya di siang hari, setelah gempa terjadi praktis beroperasi di pagi hari karena kecemasan pihak orangtua jika sekolah tetap diadakan di siang sampai sore hari.

Karena perpindahan waktu belajar ini, menyebabken SDN 02 Kerandam harus berbagi ruangan dengan SDN 04 Kerandam yang sebelumnya telah masuk di pagi hari. Keadaan juga dipersulit dengan bangunan sekolah yang tidak layak untuk dijadikan tempat belajar. Bangunan yang retak (bahkan jebol), membuat aktifitas kegiatan belajar mengajar (disingkat KBM) tidak nyaman. Siswa yang melakukan aktifitas KBM di tenda-tenda darurat mengalami hal serupa.  Kondisi siang hari yang terik menyebabkan peningkatan suhu drastis di dalam tenda. Hal serupa juga terjadi saat hujan turun. Banyak titik-titik tenda bantuan yang bocor dan air yang mengalir ke kolong-kolong meja membuat tak jarang kegiatan KBM harus dihentikan.

Tim TH ACT sengaja melakukan terapi masal ke sekolah-sekolah di daerah Sumatera Barat yang terkena musibah bencana gempa, selain untuk menghilangkan trauma karena gempa juga membangun kepercayaan dan semangat mereka untuk tetap menjalani hidup dengan positif thinking dan pantang menyerah. Itu adalah hal pertama yang dilakukan tim TH ACT, memupuk kepercayaan diri mereka dan berpikir positif. Acara TH diselingi dengan pertunjukan mind games (sulap), selain training SAT (Spiritual  Acupressure Technique) for Kids, yakni trauma healing yang menggabungkan metode tapping titik-titik meridian di tubuh, selain mengkombinasikan dengan aspek spiritual yang memunculkan kekuatan luar biasa yang bahkan diluar akal sehat, sehingga berimbas kepada penyembuhan baik psikologis dan psikis. Training dilaksanakan dengan suasana gembira, ceria, dan bahasa yang dimengerti oleh anak-anak.

SDN 14, SDN 15, dan SDN 25 Tanah Tinggi, Padang Timur

Setelah melakukan training di SDN 02 Kerandam, acara TH kemudian dilakukan di SDN14, SDN15, dan SDN 25 Padang Timur. Training yang dilakukan untuk tiga lokal ini dilakukan indoor yang melibatkan seluruh siswa dari ketiga sekolah. Menurut Wakil Kepala Sekolah SD, Ibu Asmawati , Acara ini bagus, dapat membawa kegembiraan bagi anak-anak, sehinga mereka bisa menghilangkan trauma pasca gempa. Menurutnya lagi, acara trauma healing ini berbeda dengan acara trauma healing yang pernah dilakukan oleh LSM lain, karena TH ACT dilengkapi dengan metode Tapping yang sangat menarik. Ratih, 10 tahun, siswi kelas 5SD mengatakan “Acaranya seru, bisa bermain.”

Hari Ke-2 : Rabu, 9 Desember 2009  

SDN 14 PATAMUAN

Waktu : 08.15 WIB

Rabu, 9 Desember, Tim Trauma Healing (disingkat TH) DMII-ACT beranjak ke Pariaman. Waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari kota Padang tidak menyurutkan semangat tim Trauma Healing. Sesampainya di lokasi, tim TH sudah disambut oleh pihak sekolah dan siswa.  Kebetulan SDN 14 Patamuan berada dalam ICS (Integrated Community Shelter) yang digagas oleh ACT Foundation.

ICS memang dibangun dengan fasilitas terintegrasi untuk pengungsi, sehingga segala kebutuhannya dapat terpenuhi oleh komunitas yang dibangun. Fasilitas shelter tersebut diantaranya MCK, dapur umum, rumah ibadah, dan sekolah.

Acara Trauma Healing yang dilakukan di dalam ruangan ini menyedot perhatian siswa. Peserta Nampak antusias, walau baru kelas 5 dan 6 yang dapat mengikuti acara TH, karena alasan keterbatasan tempat. Siswa yang lain juga mengejar ketertinggalan materi, karena mendekati ujian semester. Namun itu semua tidak menjadi kendala. Siswa mengikuti acara dengan antusias. Acara dimulai dengan perkenalan singkat tim Trauma Healing. Anak-anak sangat antusias ketika tim TH mengadakan games pengasah konsentrasi. Pihak sekolah sangat mendukung kegiatan ini, mengingat rumah dan sekolah mereka sangat dekat dengan lokasi longsoran yang terjadi di Pariaman. Aida, 10 tahun, siswa kelas 5 SD mengatakan bahwa setelah acara ini diadakan, ia tidak takut lagi akan gempa.

SDN 01 PATAMUAN

Waktu: 11.45 WIB

Selepas mengisi di SDN 14 Patamuan, tim Trauma Healing DMII-ACT melanjutkan perjalanan menuju SDN 01 Padang Sago. Para siswa yang telah menanti kedatangan tim ACT langsung berhamburan ke luar kelas. Pihak sekolah juga menyambut tim TH ACT dengan sangat baik.  Acara yang dilakukan indoor dan dihadiri oleh 100-an siswa ini berjalan sangat lancar . Siswa diajak bermain dan belajar kekompakan. Selain mengasah konsentrasi, simulasi yang dilakukan tim TH juga bertujuan menanamkan jiwa kepemimpinan, tanggungjawab, dan pentingnya cita-cita. Acara yang diselingi dengan penampilan mind games ini juga dilengkapi dengan SAT yakni Spiritual Acupressure Technique yaitu tapping (mengetuk) titik-titik meridian tubuh yang digabungkan dengan aspek spiritual. Anak-anak sangat antusias mengikuti acara ini. Acara yang berlangsung sekitar 1,5 jam ini diakhiri dengan janji siswa untuk tidak takut lagi akan gempa. Nampak keceriaan yang jelas, seakan bencana tidak pernah menerpa mereka.

SDN 03 PATAMUAN

Waktu: 12.45 WIB

Perjalanan tim TH DM11-ACT kemudian dilanjutkan di SDN 03 Patamuan. Sekolah yang masih berada dalam satu lokal dengan SDN 01 Patamuan ini dilakukan indoor dan dihadiri sekitar 120 orang  siswa. Acara diisi dengan role playing, mind games (sulap), games, selain praktek singkat trauma healing. Acara yang berlangsung sekitar 1,5 jam ini sangat menarik untuk diikuti. Metode interaktif yang diterapkan oleh trainer TH DM11-ACT, Ima Lesmana, membuat siswa antusias untuk mengikuti jalannya acara sampai selesai. Acara berjalan dengan tertib dengan tujuan menanamkan rasa kepercayaan diri anak, sikap tanggung jawab, konsentrasi dalam bertindak, dll; selain training SAT (Spiritual Acupressure Technique) yaitu tapping (mengetuk) titik-titik meridian tubuh yang digabungkan dengan aspek spiritual.

Shelter  Sungai Sariak

Waku : 18.30

Acara th dilakukan di shelter ACT, shelter sungai sariak. Acara dilakukan ba’da maghrib. Acara dimulai dengan tausiyah singkat tentang hakikat bencana oleh M. Insan Nurrohman. Acara kemudian dilanjutkan dengan Terapi masal TH. Terapi masal dilakukan dengan fokus penyembuhan trauma psikologis. TH masal dilakukan dengan metode tapping titik-titik meridian di 18 titik inti tubuh, dan dikombinasi dengan kepasrahan dan keikhlasan jiwa untuk kesembuhan. Ba’da sholat Isya acara dilanjutkan dengan terapi indifidu untuk kasus perkasus.  Kasus yang ditemukan dalam terapi ini diantaranya: Sakit rematik menahun, sakit pinggang, jantung, nyeri karena patah tulang, sakit mata bahkan sampai kasus amnesia. Alhamdulillah, berkat izin dari Allah, secara bertahap namun pasti, kesembuhan yang diharapkan  mulai terlihat, bahkan beberapa kasus penyakit langsung sembuh pada satu kali terapi.

Hari Ke-3 : Kamis, 10 Desember 2009

SDN 8 Patamuan

Kamis, 10 Desember, Tim Trauma Healing (disingkat TH) DMII-ACT beranjak ke Pariaman. Waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari kota Padang tidak menyurutkan semangat tim Trauma Healing. Sesampainya di lokasi, tim TH sudah disambut oleh pihak sekolah dan siswa.  Acara Trauma Healing dilakukan di dalam ruangan. Peserta Nampak antusias, walau baru kelas 5 dan 6 yang dapat mengikuti acara TH, karena alasan keterbatasan tempat. Siswa yang lain juga mengejar ketertinggalan materi, karena mendekati ujian semester. Namun itu semua tidak menjadi kendala. Siswa mengikuti acara dengan antusias. Acara dimulai dengan perkenalan singkat tim Trauma Healing. Anak-anak sangat antusias ketika tim TH mengadakan games pengasah konsentrasi. Salah satu siswa, Deni, 11 tahun, siswa kelas 5 SD mengatakan bahwa acara ini sangat seru untuk diikuti. Game dan sulap singkat yang ditampilkan adalah hiburan untuk refreshing mereka menjelang ujian semester. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ibu   

SDN 10 Padang Sago

Selepas mengisi di SDN 8 Patamuan, tim Trauma Healing DMII-ACT melanjutkan perjalanan menuju SDN 10 Padang Sago. Perjalanan yang menempuh jarak sekitar 30 menit, tidak menyurutkan semangat tim TH. Sesaampainya di lokasi, tim TH disambut dengan antusias. Siswa yang sudah menanti kedatangan tim ACT langsung berhamburan ke luar kelas. Pihak sekolah juga menyambut tim TH ACT dengan sangat baik. Penyiapan lokasi training pun dilakukan bersama sama antara guru, siswa, dan tim TH ACT.  Acara yang dilakukan outdor dan dihadiri oleh 120-an siswa ini berjalan sangat dinamis. Siswa diajak bermain dan belajar kekompakan. Selain mengasah konsentrasi, simulasi yang dilakukan tim TH juga bertujuan menanamkan jiwa kepemimpinan, tanggungjawab, dan pentingnya cita-cita. Acara yang diselingi dengan penampilan mind games ini juga dilengkapi dengan SAT (Spiritual Acupressure Technique) yaitu tapping (mengetuk) titik-titik meridian tubuh yang digabungkan dengan aspek spiritual. Anak-anak sangat antusias mengikuti acara ini. Acara yang berlangsung sekitar 1,5 jam ini diakhiri dengan janji siswa untuk tidak takut lagi akan gempa. (beni)

www.actforhumanity.or.id

 


Bookmark and Share
Berita Lainnya...
Index Berita

 

Di Audit Oleh:


Syarief Basir & Rekan
Registered Public Accountants

Mudah Berdonasi:


Net Banking

Pay Pal
 

Jemput

List Donasi

Klik di sini untuk melihat donatur dan donasinya

Konfirmasi / Cek Donasi Anda


Konfirmasi

Cek

Merchandise Kemanusiaan

Beli Berarti Donasi untuk Paket Pangan Bergizi. Pilih Merchandise dengan mengklik gambar.


Kaos T-Shirt  "Are We Human Enough?" HitamRp.150.000,-/bh

Kaos T-Shirt “The Generous Generation” Putih Rp.150.000,-/b. Tersedia ukuran M dan L.

[Kode : TB001]-Kaos T-Shirt  "Saves Lives" HitamRp.150.000,-/bh

 

Login Sabahat ACT

ID Sahabat
Sandi

Daftar Sahabat ACT
Action Club, Relawan

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok B-8
Jl. Ir. H. Juanda No. 50
Ciputat 15419 Indonesia
Ph.+62 21 741 4482
Fax. +62 21 742 0664
info@actforhumanity.or.id

 

ACT Online :

Ugi sugih_hartanto

Mimis mi2s84

Film Pendek Kemanusiaan

PALESTINA

Get Flash to see this player.

Video Lainnya...
 
Video Lainnya...

Aksi Kemanusiaan bersama Mitra

Berita Foto

Ayo Gabung dalam barisan hati

Dan jadilah seorang ACTioner!

 

Ayo Gabung Menjadi Relawan

Dan jadilah seorang Relawan!

 

Sedekahku

Website Aksi Cepat TanggapSedekah untuk menyelamatkan anak gizi buruk

 

 

Aqiqahku

Website Aksi Cepat TanggapAqiqah untuk menyelamatkan keluarga gizi buruk dan rawan pangan

 

Member of ACT


Mitra Kami